Senin, 13 Desember 2010

pemerintahan yang hobi bikin soal

jogja logo
hallo dab.....tahoeisi mania.....sekarang ini kota tercinta di mana ane tinggal lagi di dera banyak cobaan,yang pertama merapi,kedua banjir,semua itu di berikan dari tuhan untuk mengingatkan kita akan dosa dosa kita,agar kita tak semakin terjerumus ke dala sisi hitam dari dunia ini,dan juga untuk kita ambil segala hikmahnya.agar hati dan jiwa kita akan lebih baik ke depannya,amin...,dan yang ketiga adalah perampasan nama baik jogja sebagai daerah istimewa dengan dalih demokrasi,nhah itu dia obrolan kita kali ini sobat tahoe mania.....
Ane bingung ama presiden kita nih....knapa harus buka buka persoalan baru lagi seh......
emangnya negri kita ini masih kurang soal.....??century,..udah beres blum???gayus???...kok rata rata kasusnya kayak di tutup tutupin yak???!!!jangan jangan ada kopet di balik batu......???
jogja berhati nyaman
jika ane layak berpendapat ane beranggapan kalo pernyataan presiden itude cuma bikin hancur hati rakyat jogja....apa sih yang sedang anda rencanakan hei pak presiden???apakah demokrasi itu harus mengecewakan rakyat???pikirkan kenapa anda terpilih lagi,...bukankah untuk membahagiakan rakyat adalah amanah pertama seorang presiden???
ane mau cerita sejarah neh dab.....
ke istimewaan jogja tidak di ragukan lagi,di mana hati rakyat sudah satu dengan hati sultan,tak ada keraguan...jogja itu provinsi tertua di indonesia setelah jawa timur ,perjanjian gianti adalah awal dari terbentuknya provinsi yogyakarta yang di adakan pada Tanggal 13 Februari 1755 dan ditandatangani Kompeni Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur jendral jacob mossel.isinya adalah Negara Mataram dibagi dua : Setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi. Dalam perjanjian itu pula Pengeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.
Adapun daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya adalah Mataram (Yogyakarta), Pojong, Sukowati, Bagelen, Kedu, Bumigede dan ditambah daerah mancanegara yaitu; Madiun, Magetan, Cirebon, Separuh Pacitan, Kartosuro, Kalangbret, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Ngawen, Sela, Kuwu, Wonosari, Grobogan.buanyak kan??
bukan hanya sekedar keistimewaan
Setelah selesai Perjanjian Pembagian Daerah itu, Pengeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta yang sekarang kita kenal dengan nama daerah istimewa yogyakarta disingkat DIY. Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755.gimana dab jelas kan??
jadi dahulu kala itu jogja adalah kerajaan yang sudah berdiri lama sebelum RI di lahirkan.
jadi tahoe mania,ane berfikir bahwa pemerintahan RI yang sekarang ini adalah malin kundang,durhaka terhadap orang tua yang membesarkannya yogyakarta.
selama lebih dari dua setengah abad di bawah kepemimpinan sri sultan,alhamdulilah jogja membaik di segala bidang.
namun jika pemerintah ingin merubah pemimpin jogja,apakah presiden bisa menjamin untuk jogja yang lebih baik....???
atau nanti malah banyak calon gubernur yang berkampanye dengan uang uang korupsi.???hahaha...lucu juga dab.
dan apakah ruu itu sudah pasti benar....???siapa yang berani jamin itu...?!
dari ane sih...kalau itu yang sby mau...monggo....jogja selalu berhati damai.
pejuang harga diri
tapi kecintaan ane terhadap sby dan yang mendukung RUU ini akan ane bakar habis di hati...DENGAN API KEKECEWAAN....
itu dia dab uneg uneg ane....moga ilmunya berguna......
komentar ya,,,,,,-end

1 komentar:

  1. setuju, baru kali ini gue gak seneng banget ama tingkahnya Sumber Bencana Yogya

    BalasHapus

komentar ingin tahoe